FUNGSI OTAK DALAM PEMBELAJARAN

Posted on Mei 31, 2010. Filed under: Pendidikan |

PENDAHULUAN

Saat ini kita sering mendengar terjadi krisis dibidang pendidikan. Mengapa hal ini dapat terjadi? Metode pembelajaran yang berlangsung saat ini dengan penyajian lebih menitik beratkan pada rangsangan dengar (auditory) berupa latihan (drill), pengulangan, orientasinya detail, kurang melibatkan proses pemecahan suatu masalah, sangat sesuai dengan pola belajar pada otak kiri, dimana individu tersebut kurang hiperaktif dan tidak mendapatkan terlalu banyak rangsangan. Masalah mulai timbul karena pada generasi anak saat ini yang mana dengan berkembangnya budaya, sejak kecil anak telah diberi banyak rangsang penglihatan (visual), misalnya rangsangan dari TV dll. sehingga pola pembelajaran anak bergeser ke arah otak kanan dengan pola berpikir secara visual dan lemah dalam menerima rangsang dengar (auditory) tetapi mempunyai kemampuan untuk pemecahan masalah. Hal tersebut mengakibatkan jurang antara anak didik dan guru menjadi lebar, karena pola pembelajaran disekolah tidak sesuai dengan pola pembelajaran yang dibutuhkan, sekolah menjadi tidak sejalan dengan pikiran anak. Sementara itu, para pendidik yang umumnya adalah populasi dengan pola otak kiri, seperti juga pada dominasi otak kiri lainnya, mempunyai kelemahan berupa kesulitan untuk dapat memahami bahwa orang lain mempunyai cara pandang yang berbeda dalam memproses keadaan.

I. PROSES BELAJAR

Rangsangan yang masuk melalui indera, akan dipersepsikan (diartikan), kemudian secara selektif informasi tersebut disimpan. Proses penyimpanannya melibatkan kedua belahan otak.

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.

Penjelasan Definisi
• Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja.
• Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
• Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku.
• Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
• Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima – hadiah atau hukuman – sebagai konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut.
• perasaan bangga dalam diri karna dapat mengerti dan paham akan apa yang di pelaja
Hasil Pendidikan

Penilaian Human Development Indek ( HDI ) menempatkan Indonesia di peringkat 112 dari 126 negara, dan satu peringkat di bawah Vietnam. Hasil studi The Third International Mathemathics and science Study-Repeat tahun 1999, melaporkan dari 38 negara di Asia, Australia dan Afrika, siswa SLTP Indonesia menduduki peringkat 32 untuk IPA dan34 untuk matematika ( Tim Broad Based Educatio.Depdiknas,2002 ).

Pandangan Quantum dalam Belajar

1. Selama ini kita belajar dalam suasana yang menegangkan, sehingga hasilnya sangat minimal Belajar harusnya dengan suasana relaks dan menyenangkan
2. Rasa ingin tahu adalah modal yang diberikan Tuhan kepada manusia sebagai modal untuk belajar
3. Umpan balik negatif menyebabkan belajar sebagai pengalaman tidak menyenangkan.
4. Jangan berpikir Anda akan gagal jika ingin berhasil.

Bukti kekuatan pikiran Anda sehingga Anda mencapai prestasi mengagumkan di awal kehidupan Anda :
Tahun ke 1. Belajar berjalan
Tahun ke 2. Mulai berkomunikasi dengan bahasa ibu
Tahun ke 5. mengenal 90% dari semua kata yang digunakan orang dewasa
Tahun ke 6. Belajar membaca

II. PENGERTIAN KECERDASAN

Intelligence Adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara Terarah,Serta Mengolah Dan Menguasai Lingkungan Secara Efektif (Marthen Pali,1993).
Konsep Intelegensi Awalnya Dirintis Oleh Alfred Bined 1964, Mempercayai Bahwa Kecerdasan Itu Bersifat Tunggal Dan Dapat Diukur Dalam Satu Angka
Selanjutnya gardner ( 2002) memaparkan pengertian kecerdasan mencakup tiga faktor :
1. kemampuan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia.
2. kemampuan menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan.
3. kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang individu
Dulu orang mengira bahwa kecerdasan seseorang bersifat tunggal,yakni dalam suatu iq ( intellegence qountient) seperti yang kita kenal. Dampak negatif dari persepsi ini adalah siswa yang rendah kecerdasan “akademik tradisionalnya“, yakni matematik dan verbal (kata-kata) seakan tidak dihargai di sekolah dan masyarakat luas. Kini tradisi yang sudah berlangsung hampir seabad tersebut,telah ditemukan Ternyata kecerdasan manusia banyak rumpunnya. Kecerdasan itu
Multi dimensional, banyak cabangnya. Jadi tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa punya rumpun kecerdasan!

Delapan Rumpun Kecerdasan “Multiple Intellengences”
( GARDNER,1994 )

1. Kecerdasan Linguistik
Kemampuan menggunakan kata secara efektif,baik secara lisan misalnya, (pendongeng, orator) maupun secara tertulis misalnya (pengarang , editor, wartawan). kecerdasan linguistik mencakup kemampuan menggunakan kata, bahasa,bunyi,makna,retorika,dll.
2. Kecerdasan Matematis-Logis
Kemampuan menggunakan angka dengan baik misalnya, (ilmuan, program komputer, ahli logika) kecerdasan ini meliputi kepekaan pada pola dan hubungan logis,hubungan sebab akibat,proses kategorisasi, klasifikasi, generalisasi, penghitungan, pengujian hipotesis dan pengambilan simpulan.
3. Kecerdasan Spasial
Kemampuan mempersepsi spasial-visual (keruangan) secara akurat misalnya, (pilot, pengemudi, pemburu, pramuka) dan mentranformasikan (dekorator interior-eksterior, arsitek,pelukis penemu) komponen intinya adalah kepekaan pada warna,garis bentuk, ruang dan hubungan antarunsur tersebut.
4.Kecerdasan Kinestetik-Jasmaniah
keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan misalnya (aktor, pemain pantomim-operet,penari,atlet) dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah misalnya (pengrajin,teknisi mesin mekanik, dokter bedah,pengukir) kecerdasan ini mencakup kemampuan fisik yang spesifik antara lain keseimbangan, keterampilan, kekuatan, kelenturan,koordinasi dan lain-lain.
5.Kecerdasan Musikal
Kemampuan mengerjakan bentuk-bentuk musikal dengan cara mempersepsi (pengguna musik), membedakan (kritikus musik), mengubah (komposer) dan mengekspresikan(penyanyi) komponen dasar kecerdasan musikal adalah kepekaan pada irama, pola titi nada /melodi ,warna suara suatu lagu.
6.Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan Mempersepsi Dan Membedakan Susana Hati, Keinginan Motivasi Dan Perasaan Orang Lain.Komponen Utamanya Adalah Kepekaan Pada Ekspresi Wajah,Suara,Gerak,Isyarat ,Merespon Dan Persuasi (Mempengaruhi)
7.Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak atas pemahaman diri tersebut. Termasuk juga memahami secara tepat kekuatan dan keterbatasannya, menyadari susana hati,keinginan,motivasi, temperamen/watak,disiplin diri dan harga diri.
8.Kecerdasan Naturalis
Keahlian mengenal dan mengatagorikan spesies plora dan fauna dan alam sekitar. kemampuan dasarnya adalah kepekaan terhadap fenomena( gejala) alam dan menyekapi makhluk hidup.

Penemuan multikecerdasan, telah membetuk paradigma baru dalam belajar, bahwa sebenarnya tidak ada siswa yang bodoh. Siswa adalah manusia-manusia yang berpotensi bermacam-macam dengan delapan jenis kecerdasan dan berpeluang besar untuk sukses di bidangnya masing-masing. Jadi setiap siswa sebenarnya memiliki satu atau lebih jenis kecerdasan.

Kecerdasan Eq (Emotional Quotient)
Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk: mengenali perasaan sendiri
dan perasaan orang lain. Daniel goldman mengembangkan kecerdasan eq
menjadi lima kategori yaitu:

1. Kesadaran diri : kesabaran emosi dalam menilai pribadi dan percaya diri.
2. Pengaturan diri : pengendalian diri, sikap dapat dipercaya, waspada, adaptif
dan inovatif.
3. Motivasi : dorongan berprestasi, komitmen,inisiatif dan optimisme.
4. Empati : memahami orang lain, pelayanan, membantu pengembangan orang lain,
menyikapi perbedaan dan kesadaran politis.
5. Keterampilan sosial :pengaruh/persuasi keterampilan berkomunikasi,
kepemimpinan, katalisator dan perubahannya, manajemen komflik, keakraban
dan kerja sama dalam kerja tim.

Kecerdasan Sq ( Spiritual Quotient)
Spritual adalah inti dan pusat diri sendiri. Kecerdasan spritual adalah sumber yang
mengilhami, menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tampa batas waktu (kebenaran absolut). Kecerdasan spritual digunakan untuk “berhubungan” dengan tuhan sang pencipta. Fungsi otak kanan semuanya berkaitan dengan perasaan atau emosi (eq) makin peka rasa seseorang berarti semakin cerdas budinya,maka dorongan berperilaku kekerasan akan makin terkendali.fungsi otak kanan sangat penting untuk memahami keberadaan allah swt.dalam surat al-sajadah ayat 9 allah berfirman yang artinya “ kenapa manusia sedikit sekali yang bersyukur mengenal Allah”
Neurolog v.s. Ramachandran bersama timnya di universitas california dalam penelitiannyamenemukan adanya titik tuhan (god spot) di dalam otak manusia. Pusat spritual tersbut bersinar ( bergetar ) ketika seseorang terlibat dalam pembicaraan tentang topik-topik spritual dan agama

Ciri-Ciri Sq Tinggi
Menurut Dimitri Mahayana (2001), ciri-ciri orang yang ber- sq tinggi adalah:
1. Memiliki prinsip dan visi yang kuat
2. Mampu melihat kesatuan dalam keaneka ragaman.
3. Mampu memaknai setiap sisi kehidupan.
4. Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan.

Adversity QUOTIENT
ADVERSITY QUOTIENT: Kecerdasan Mengidentifikasikan Masalah, Menanggulangi Masalah, Serta Mengambil Keputusan Secara Baik Dan Benar (PASTI JALAN)
Adversity Quotient memiliki 4 dimensi yang masing – masing merupakan bagian dari sikap seseorang menghadapai masalah. Dimensi – dimensi tersebut antara lain adalah:

III. PERANGKAT BELAJAR PADA MANUSIA

Tubuh (fisik dan nonfisik) adalah suatu kesatuan yang integral dari milyaran sel, jaringan, organ dan sistem
Perangkat yang berperanan langsung adalah panca indera terutama indera audio-visual
Sentral koordinasi panca indera dan semua perangkat tubuh adalah otak

Karakteristik Otak
Berat sekitar 1,5 kg è kurang dari 2,5% berat tubuh
Mengkonsumsi 25% total energi tubuh
Terdiri dari lebih dari:
– 100 milyar sel syaraf (neuron)
– 1 trilyun sel glia
– 1000 trilyun sambungan (sinapsis)
– 280 kuintilium memori
Roger Sperry menemukan dua belahan otak manusia yang cara bekerjanya sangat berbeda. Otak kiri “otak logis” (suka mengoreksi) dan otak kanan “otak imajinatif” (suka mengacak). Sumber: Taufiq Pasiak, Revolusi IQ/EQ/SQ.
Otak kanan dan kiri dihubungkan oleh Corpus Callosum dua komponen yang berbeda Diocles – “Pengertian” dan “Sensing” Kiri: menerima informasi, Kanan: memahami informasi,

KORTEKS (kulit Otak)
Memegang peranan yang sangat penting dalam proses berpikir dan kepribadian Mempunyai permukaan yang luas (karena adanya konvulsi) Luas dan kompleksitas otak menunjukkan kecerdasan seseorang Terbagi atas beberapa area kerja

Sistem Limbik
Adalah otak tengah yang memainkan peranan besar dalam hubungan manusia dan dalam emosi. Ini adalah otak sosial dan emosional. Di otak ini juga terkandung sarana yang penting untuk ingatan jangka panjang

Otak Reptil
adalah bagian otak paling sederhana. Tugas utamanya adalah mempertahankan diri, otak ini menguasai fungsi-fungsi otomatis seperti degupan jantung dan sistem peredaran darah

Menurut Gardner, kecerdasan merupakan kumpulan kepingan kemampuan yang ada di beragam otak. Semua kepingan ini saling berhubungan, tetapi juga bekerja sendiri-sendiri.
Temuan Gardner ini didasarkan pada penelitian para pakar otak (neurolog) bahwa otak manusia itu terdiri atas area-area atau kepingan-kepingan.
Dan yang terpenting, mereka tidak statis atau ditentukan saat lahir. Seperti otot, kecerdasan dapat berkembang sepanjang hidup asal terus dibina dan ditingkatkan.

CARA OTAK BELAJAR
neuron (sel saraf otak) berkembang perlahan dengan cara meraih neuron lain yang memiliki ranting dendrit yang sama. Ketika kita menyerap informasi baru (belajar), dendrit kita membuat cabang-cabang baru. Setiap cabang ini akan mengembangkan lagi ranting-ranting lainnya
Otak Anda memiliki 100 miliar neuron atau sel saraf aktif. Masing-masing neuron memiliki hingga 20.000 koneksi. (Sumber: David A. Sousa, How the Brain Learns).

Proses pembelajaran

Pada otak manusia, informasi yang dilewatkan dari satu neuron ke neuron yang lainnya berbentuk rangsangan listrik melalui dendrit. jika rangsangan tersebut diterima oleh suatu neuron, maka neuron tersebut akan membangkitkan output ke semua neuron yang berhubungan dengannya sampai dengan informasi tersebut sampai ketujuannya yaitu terjadi reaksi, jika rangsangan yang diterima terlalu halus, maka output yang dibangkitkan oleh neoron tersebut tidak akan direspon. tentu saja sangatlah sulit untuk memahami bagaimana otak manusia bisa belajar selama proses pembelajaran, terjadi perubahan yang cukup berarti pada bobot-bobot yang menghubungan antara neuron, apabila ada rangsangan yang sama dengan rangsangan yang telah diterima oleh neuron, maka neuron akan memberikan reaksi dengan cepat namun apabila kelak ada rangsangan yang berbeda dengan apa yang telah diterima oleh neuron, maka neuron akan segera beradaptasi untuk memberikan reaksi yang sesuai

Proses belajar

Proses belajar harus mampu mengoptimalkan kerja dan fungsi Otak.
Ir. Sutanto Windura (Director The Brainic Institute) mengatakan otak berjalan secara linier, setiap informasi masuk akan segera dipancarkan dengan sendirinya oleh otak menjadi asosiasi yang berbeda-beda. Untuk itulah cara kerja natural otak perlu dipelajari agar mendapatkan fungsi otak yang optimal.

Hukum-Hukum Otak
1. Otak menyimpan informasi dalam sel-sel syarafnya.
2. Otak memiliki komponen untuk menciptakan kebiasaan-kebiasaan dalam berpikir dan berperilaku.
3. Otak menyimpan informasi dalam bentuk kata, gambar, dan warna.
4. Otak tidak membedakan fakta dan ingatan.
5. Imajinasi dapat memperkuat otak dan mencapai apa saja yang dikehendaki.
6. Konsep dan informasi dalam otak disusun dalam bentuk pola-pola. Otak dapat menerima sekaligus menolak pola-pola itu. Otak terikat dan sekaligus tidak terikat dengan pola.
7. Alat-alat indra dan reseptor saraf menghubungkan otak dengan dunia luar. Latihan indra dan latihan fisik dapat memperkuat otak.
8. Otak tidak pernah istrahat. Ketika “otak rasional” kelelahan dan tidak dapat menuntaskan sebuah pekerjaan, maka “otak intuitif” akan melanjutkannya.
9. Otak dan hati berusaha saling dekat. Otak yang diasah terus menerus dapat membawa pemiliknya ke jalan kebajikan dan kebijaksanaan, serta ketenangan jiwa.
10. Kekuatan otak turut ditentukan oleh makanan fisik yang diterima otak..

Seorang peneliti bidang psikologi, Herman Witkin, melalui studi risetnya mengemukakan 2 macam karakteristik Gaya Belajar yang dimiliki seseorang, yaitu:
1. Gaya Belajar GLOBAL
(cenderung memandang sesuatu secara menyeluruh atau melihat gambar yang besar, dan tidak bagian demi bagian).
2. Gaya Belajar ANALITIK
(cenderung melihat suatu masalah secara bertahap, dan memfokuskan diri pada bagian-bagian yang membentuk gambar, secara urut dan terperinci).

Keunggulan daya saing manusia atas mahluk hidup lainnya:
1. Otak belajar (The learning Brain)
2. Pengendalian Emosi
3. Kemampuan Memilih faktor penggerak (Kecerdasan Spiritual)
4. Kecerdasan Ruhani
Keunggulan ini adalah anugrah sekaligus adalah amanah yang harus dipertanggung-jawabkan pada sang pencipta.

The Learning Brain
Pada otak manusia, berlaku ketentuan “You use it or You Loose it” semakin banyak digunakan otak kita menjadi semakin padat.
Jumlah sel-sel Otak manusia dan berbagai otak binatang:
1. Otak Manusia 100 miliar sel
2. Otak kera 10 miliar sel. (1:10)
3. Otak Tikus 5 juta sel (1: 20’000)
4. Otak lalat 100 ribu sel (1: 1’000’000)
Kelebihan lainnya dari otak manusia adalah memiliki kemampuan sebagai otak belajar sedangkan binatang diciptakan tidak memiliki sarana ini. Jumlah sel otak bukan menunjukan intelektualitas orang tersebut. Manusia hanya memerlukan otaknya kurang dari 1% untuk dapat hidup normal. Dengan demikian potensi besar masih tersimpan pada diri setiap manusia

PENUTUP

Pada umunya otak manusia senang dengan gambar atau visual, sementara peserta didik lebih seringkali dijejali tulisan dan kata-kata atau kerja otak kiri.
Perubahan metode belajar oleh guru dan orangtua disertai pemahaman bahwa setiap anak adalah unik dan memiliki kecerdasan yang berbeda akan menghasilkan revolusi belajar kearah yang lebih baik.
Inti dari pendidikan adalah belajar dan belajar dapat diartikan sebagai pemberian rangsangan, agar kedua otak kiri dan kanan bekerja secara seimbang, serta menggunakan otak sesuai cara alaminya. Manusia unggul adalah manusia dengan fungsi optimal kerja otaknya, manusia tersebut yang akan merubah dan menjadi panutan peradaban manusia selanjutnya.
Setiap anak adalah individu yang unik, masing-masing akan melihat dunia dengan “cara” nya sendiri. Meskipun melihat satu kejadian pada waktu yang bersamaan, tidak menjamin 2 orang anak akan melaporkan hal yang sama.

Daftar Pustaka
Belajar, Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, diunduh tanggal 22 desember 2009)
Bahaudin ,Taufik.2003. Brainware Management
Depdiknas .2002.Tim Broad Based Educatio
Jounshon ,Elaine B. 2004. Contextual Teaching and learning,
Meier, Dave,.2002. the acceletated learning handbook. Bandung: Kaifa.
Pasiak, Taufik. 2001. Brain based teaching.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “FUNGSI OTAK DALAM PEMBELAJARAN”

RSS Feed for .:: Harum ::. Comments RSS Feed

Luar biasa, tulisan ini sangat membuka wawasan saya.

terimakasih, semoga bermanfaat


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: